Sabtu, 12 Mei 2012

DISIPLIN ILMU dalam ISLAM : PERAWATAN ORANG SAKIT dan ADAB MENGUNJUNGI ORANG SAKIT


BAB 1 : PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG
Islam sangat memperhatikan masalah kesehatan, baik kesehatan fisik, mental maupun kesehatan lingkungan.Pada zaman Nabi perawat dapat diberi nama ”Al Asiyah “ dari kata Aasa yang berarti mengobati luka, dengan tugas utama memberi makanan dan memberikan obat. Pelayanan kesehatan telah dimulai sejak zaman Nabi Muhammad SAW dengan seorang perawat wanita yang pertama yang bernama Rufaidah. Islam sangat menghargai seorang petugas kesehatan karena petugas ini adalah petugas kemanusiaan yang sangat mulia.
Pelayanan  kesehatan adalah memberi pelayanan kesehatan kepada orang yang membutuhkan baik itu berupa asuhan keperawatan atau pelayanan kepada pasien. Hubungan antara petugas kesehatan dan pasien adalah sebagai penjual jasa dan pemakai jasa.Antara petugas kesehatan dan pasien terjadi akad Hijrah. Akad Hijrah adalah suatu akad dimana satu pihak memanfaatkan barang, tenaga, pikiran dan keahlian.
Sementara ketika seseorang sedang sakit,maka dia serta seluruh kerabatnya menginginkannya agar sembuh untuk melanjutkan kembali aktivitasnya dan dapat berkumpul lagi dengan kerabtanya. Agar lekas mendapat kesembuhan orang yang sedang sakit tersebut harus mendapat perawatan yang baik utamanya dari pihak pelayanan kesehatan yaitu tenaga medis.
Selain mendapat perawatan yang baik dari tenaga medis,tentunya orang yang sakit ini juga membutuhkan dukungan dan semangat dari kerabatnya. Untuk itu kita perlu mengetahui bagaimana adab mengunjungi orang sakit.
Dalam hal ini Islam juga telah mengajarkan tentang perawatan terhadap orang sakit dan adab mengunjungi orang sakit.

B.RUMUSAN MASALAH
  1. Apa pengertian dari sehat dan sakit ?
  2. Bagaimana pengobatan dan perawatan yang dilakukan terhadap orang sakit ?
  3. Apa yang dimaksud dengan adab mengunjungi orang sakit ?
  4. Bagaimana adab dalam mengunjungi orang sakit ?
  5. Apa saja keutamaan dalam mengunjungi orang sakit ?

C.BATASAN MASALAH
  1. Pengertian dari sehat dan sakit.
  2. Pengobatan dan perawatan orang sakit dalam Islam.
  3. Pengertian adab mengunjungi orang sakit.
  4. Tata cara dalam mengunjungi orang sakit.
  5. Keutamaaan dalam mengunjungi orang sakit

D.TUJUAN PENULISAN dari POKOK PEMBAHASAN
            Tujuan dari pembahasan tentang perawatan orang sakit dan adab mengunjungi orang sakit ,antara lain adalah :
  1. Untuk mengetahui bagaimana pengobatan dan perawatan orang sakit menurut Islam.
  2. Untuk mengetahui adab mengunjungi orang sakit dalam Islam.





BAB 2 : PERAWATAN ORANG SAKIT

Manusia terdiri dari dua komponen yaitu jasmani dan rohani. Jasmani adalah jasad atau fisik secara keseluruhan(tubuh atau badan) , sedangkan rohani adalah jiwa yang tinggal dalam tubuh manusia yang membuat manusia bisa menentukan baik dan buruk (jiwa,ruh atau pikiran). Ketika jasmani manusia sakit,maka rohaninya pun juga ikut sakit seperti gelisah dan was-was. Sehingga tidak dapat melakukan aktivitas apa pun. Sebab itu butuh perawatan dari tenaga medis agar lekas sembuh dari sakit yang diderita.
A.PENGERTIAN SEHAT dan SAKIT
Sakit adalah lawan dari sehat. Yaitu keadaan tubuh atau jiwa yang mengalami gangguan fisik ataupun mental sehingga timbul rasa atau perasaan yang tidak mengenakan, tidak nyaman, dan tidak bisa melakukan pekerjaan sehari-hari. Sedangkan WHO memberi definisi sehat : is a state of Health physical,mental and social being not merely the absence of disease or infirmity. Artinya sehat adalah suatu keadaan yang sempurna baik fisik,mental dan sosial tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. Sedangkan sakit adalah defiasi/penyimpangan dari status sehat.
Berdasar definisi diatas,maka sehat itu terdapat 3 faktor yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi yaitu : fisik,mental dan sosial.

B.PENGOBATAN dan PERAWATAN ORANG SAKIT
            Manusia adalah makhluk Allah SWT. Dia-lah Penciptanya,Pemberi kehidupan,Pemberi rezeki dan Penyembuh hakiki dari semua penyakit. Peran tenaga medis dan para medis hanyalah upaya manusia dengan menuruti sunnatullah. Harap si pasien berupaya dan berobat.
 (٨٠)يَشۡفِينِ فَهُوَ مَرِضۡتُ وَإِذَا (٧٩)وَيَسۡقِينِ يُطۡعِمُنِى هُوَ وَٱلَّذِى
 (٨٢)يُمِيتُنِى ٱلدِّينِ يَوۡمَ خَطِيٓـَٔتِى لِى يَغۡفِرَ أَن أَطۡمَعُ وَٱلَّذِى (٨١)يُحۡيِينِ ثُمَّ




Artinya : (yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku,maka Dialah yang menunjuki aku. dan Tuhanku,Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku. dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku. dan Yang akan mematikan aku,kemudian akan menghidupkan aku ( kembali ). dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat.   
a.Pengobatan
            Pengobatan adalah segala upaya untuk menyembuhkan penyakit seseorang. Pengobatan dapat berupa fisik,kimiawi,operatif dan sebagainya. Islam mengajarkan agar pasien diobati selain dengan cara medis, juga mereka dianjurkan agar bersabar,berdoa,berdzikir dan bertawakkal kepada Allah SWT dan mendoakan orang yang sakit untuk kesembuhannya.
b.Perawatan
            Perawatan adalah cara pengobatan dimana si sakit harus menginap di rumah sakit. Sebagai tenaga kesehatan harus memberi perhatian penuh,memonitor dan menilai perkembangan penyakit dan kesembuhannya. Berbagai tugas  mulia harus dilakukan dengan tekun dan tulus, seperti : membantu buang hajat,mengganti pakaian,menjaga auratnya,jasmaninya selalu bersih/thaharah,membantu berjalan,berbicara,makan-minum. Juga membantu untuk beribadah/shalat karena dalam keadaan apapun seorang muslim diwajibkan untuk melaksanakan shalat kecuali dalam keadaan tidak sadarkan diri,membaca Al-Qur’an,mendengar radio,berilah hiburan yang berjiwa keagamaan,ciptakan pula suasana yang Islami dan sebagainya.
            Namun, bila pasien sudah dalam keadaan sakaratul maut,ia dituntun membaca: Laa ilahaa illallah,muhammadarrusulullah. Apabila ia meninggal, segera tutupkan kelopak mata dan mulutnya,kemudian menutupinya dengan kain yang bersih.
            Rasulullah SAW bersabda : “Laqqinuu mautaakuun “Laa ilaha illallah”.
Artinya : ajarilah orang-orang kamu yang hamper mati mengucapkan kalimat : “Laa ilaha illallah” ( Riwayat Jama’ah kecuali Bukhari ).
            “Man kaana aakhiru kalaamihi, “Laa ilaha illalllah”, dakhalal jannah”.
Artinya : Barang siapa akhir katanya : “Laa ilaha illallah”. Pasti ia masuk surga. ( Riwayat Ahmad dan Abu Daud).
            Kita sendiri juga harus mendoakan orang sakit dan yang meninggal,Rasulullah SAW :
“Apabila kamu membesuk orang sakit atau melayat orang meninggal,doakanlah, karena Malaikat meng-amini apa yang kamu doakan”. (H.R. Muslim)














BAB 3 : ADAB MENGUNJUNGI
 ORANG SAKIT
            Mengunjungi orang sakit ( besuk ) merupakan salah satu kewajiban kewajiban menurut ajaran Islam. Rasulullah SAW bersabda :
( HR.MUSLIM-2569 )


“Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla berfirman pada Hari Kiamat : Hai anak Adam, Aku sakit tetapi engkau tidak mengunjungi Aku. Ia berkata : Hai, Tuhanku, bagaimana aku mengunjungiMU, sedang Engkau adalah Tuhan Rabbul ‘Alamien. Tuhan berfirman : Tidak tahukah engkau bahwa hambaKu si Fulan sakit, tetapi engkau tidak mengunjunginya. Sesungguhnya bila engkau mengunjunginya, engkau akan dapati Aku disampingnya… … …”. (Riwayat Muslim)
A.PENGERTIAN ADAB MENGUNJUNGI ORANG SAKIT
            Adab adalah satu istilah bahasa Arab yang berarti adat kebiasaan. Kata ini menunjuk pada suatu kebiasaan atau pola tingkah laku yang dianggap sebagai model. Bentuk jamaknya adalah Adab al-Islam, dengan begitu, berarti pola perilaku yang baik yang ditetapkan oleh Islam berdasarkan pada ajaran-ajarannya. Dalam pengertian seperti inilah kata adab.
            Jadi, pengertian adab mengunjungi orang sakit adalah pola,tingkah laku,kebiasaan atau tata cara dalam mengunjungi orang sakit.
B.ADAB MENGUNJUNGI ORANG SAKIT
            Dalam adab mengunjungi orang sakit, ada beberapa peraturan yang harus pembesuk ketahui, yaitu:
-          Jenis penyakit Si Sakit khususnya bila penyakit menular, perlu petunjuk dokter
-          Jenis makanan yang dibawa disesuaikan dengan Si Sakit
-          Tidak membawa anak-anak umur 12 tahun ke bawah
-          Harus memperhatikan jam besuk
-          Tidak terlalu lama membesuk,sebab jika terlalu lama dapat mengganggu waktu istirahat Si Sakit
Hal ini sangat penting untuk pembesuk ketahui,karena besuk yang memnuhi aturan dapat menjadi dorongan, pemberi semangat untuk percaya diri dalam mengatasi gangguan kejiwaan serta dapat menjadi terapi bagi jiwanya.
            Untuk kepentingan Si Sakit pembesuk dianjurkan :
-           Agar bersabar, berdoa dan tawakkal kepada Allah SWT. (Q.S. Al-Hadied/57:22)
 قَبۡلِ مِّن ڪِتَـٰبٍ۬فِى إِلَّأَنفُسِكُمۡ فِىٓوَلَا ٱلۡأَرۡضِ فِى مُّصِيبَةٍ۬ مِن أَصَابَ مَآ
(٢٢)يَسِيرٌ۬ٱللَّهِ عَلَى ذَٲلِكَ إِنَّ نَّبۡرَأَهَآأَن
Artinya : Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
-          Agar mematuhi segala nasehat Tenaga Kesehatan, percaya pada perawatannya, bahwa tentu ia dapat mengobati penyakitnya.
-          Mendoakan kesembuhan Si Sakit. Sunnah Rasulullah SAW :
Menurut keterangan ‘Aisyah r.a, riwayat Bukhari-Muslim :
Rasulullah SAW mengusap dengan tangan kanannya lalu berdoa :
“Allahumma Rabban-nasi azhibil-ba’sa, isyfi wa anta as-Syafi la syifa’an illaa syifaaka,syifaan la yughadiru saqaman”.
اَلَّهُـمَّ رَبَّ النَّـاسَ اَذْهَبِ الْبَأ ْسـَاءَ اِشْفِ اَنْتَ الشَّـافِى لاَشِفـَاءَ اِلاَّ شِـفَـاءُكَ شِـفَـاءً لاَ
يُقَـادِرُ سَقَـمـَا


( Ya,Allah Tuhan manusia, hilangkanlah sakitnya, sembuhkanlah ia, dan Engkau Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-MU, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit )

C.KEUTAMAAN MENJENGUK ORANG SAKIT
            Ada beberapa keutamaan menjenguk orang sakit, yaitu :
-          Keuntungan bagi orang yang menengok orang sakit adalah ia akan dijauhkan dari neraka sepanjang 7 tahun perjalanan. ( Abu Daud )
-          Bila menengok di pagi hari maka 70.000 malaikat akan mendoakan maghfirah untuk si penengok sampai sore hari dan jika menengoknya di sore hari, maka 70.000 malaikat akan mendoakan maghfirah sampai pagi hari. ( HR.Ahmad-756 )


















BAB 4 : PENUTUP
A.KESIMPULAN
- Manusia adalah makhluk Allah SWT. Dia-lah Penciptanya,Pemberi kehidupan,Pemberi rezeki dan Penyembuh hakiki dari semua penyakit. Peran tenaga medis dan para medis hanyalah upaya manusia dengan menuruti sunnatullah. Harap si pasien berupaya dan berobat. Melalui pengobatan dan perawatan.
- Mengunjungi orang sakit adalah pola,tingkah laku,kebiasaan atau tata cara dalam mengunjungi orang sakit. Dalam adab mengunjungi orang sakit, ada beberapa peraturan yang harus pembesuk ketahui. Hal ini sangat penting untuk pembesuk ketahui,karena besuk yang memnuhi aturan dapat menjadi dorongan, pemberi semangat untuk percaya diri dalam mengatasi gangguan kejiwaan serta dapat menjadi terapi bagi jiwanya.

B.KRITIK dan SARAN
            Penulis sadar dalam makalah ini masih mempunyai banyak kekurangan oleh karena itu kritik dan saran yang membangun sangat penulis butuhkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata penulis mengucapkan banyak terima kasih.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar